Ceramah Terbaru Tok Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat
Posted by SuHaIb IsMaiL Saturday, June 27, 2009 at 12:34 PM 0 commentsCeramah mlm Istihar Calon dimanir urai sekali gus menjawab isi beliau menyamakan umnno dgn Jepun @ ajaran sesat
Credik to Jiwa Kelate
Teruskan Bacaan......
Biarkan Masa Depan Datang Sendiri
Posted by SuHaIb IsMaiL Friday, June 26, 2009 at 4:46 AM 0 comments
{Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar
disegerakan (datang)nya.}
(QS. An-Nahl: 1)
Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah Anda
mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan,atau memetik
buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata
dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.
Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok,
mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya,
memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan
bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak
tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari
esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?
Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke
bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum
sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau
tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum
sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa
arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula,
kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.
Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan
masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam
kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak
dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu
jauh). Secara nalar, tindakan itu pun tak masuk akal, karena sama halnya
dengan berusaha perang melawan bayang-bayang. Namun ironis, kebanyakan
manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan
tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan krmjekonomi yang
kabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagian dari
kurikulum yang diajarkan di "sekolah-sekolah setan".
{Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh
kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan
daripada-Nya dan karunia.}
(QS. Al-Baqarah: 268)
Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang
menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama
setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi.
Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di 'genggaman yang
lain' tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada.
Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru
menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.
Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah
menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan
petakanya. Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk.
Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang
berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di
dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah anganangan
yang berlebihan.
Submber :la tahzan karangan al-syeikh dr aidh alqorni
Teruskan Bacaan......
disegerakan (datang)nya.}
(QS. An-Nahl: 1)
Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah Anda
mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan,atau memetik
buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata
dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.
Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok,
mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya,
memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan
bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak
tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari
esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?
Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke
bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum
sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau
tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum
sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa
arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula,
kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.
Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan
masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam
kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak
dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu
jauh). Secara nalar, tindakan itu pun tak masuk akal, karena sama halnya
dengan berusaha perang melawan bayang-bayang. Namun ironis, kebanyakan
manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan
tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan krmjekonomi yang
kabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagian dari
kurikulum yang diajarkan di "sekolah-sekolah setan".
{Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh
kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan
daripada-Nya dan karunia.}
(QS. Al-Baqarah: 268)
Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang
menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama
setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi.
Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di 'genggaman yang
lain' tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada.
Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru
menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.
Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah
menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan
petakanya. Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk.
Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang
berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di
dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah anganangan
yang berlebihan.
Submber :la tahzan karangan al-syeikh dr aidh alqorni
Teruskan Bacaan......
Pewaris revolusi Khomeini
Posted by SuHaIb IsMaiL Thursday, June 18, 2009 at 2:36 PM 0 comments
Riak wajahnya nampak lembut dan santun, seiring dengan keperibadian yang perlu ada pada seorang lelaki yang warak. Namun, ketegasan, kepintaran dan kelantangannya bersuara menyerlahkan aura Ahmadinejad sebagai pemimpin sejati.
DALAM satu sidang media antarabangsa, seorang wartawan Jepun melontarkan soalan kepada Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad. "Presiden Ahmadinejad...,kenapa anda masih mempertahankan perkembangan teknologi nuklear Iran yang mengancam kedamaian dunia?" soalnya.
Dalam nada yang perlahan dan bersahaja, presiden berusia 52 tahun itu menjawab: "Anda seharusnya lebih khuatir terhadap negara yang pernah menjatuhkan bom nuklear ke negara anda, berbanding bimbangkan nuklear Iran."
Demikian ketegasan dan kepintaran seorang pemimpin bernama Mahmoud Ahmadinejad. Walaupun revolusi pemikirannya dikritik serta ditekan hebat Amerika Syarikat (AS) dan sekutunya, ia tidak sedikit pun menakutkan pemimpin itu.
Bahkan, dengan ugutan demi ugutan yang dilemparkan oleh AS, yang mahu menyerang bumi Iran sekiranya Ahmadinejad masih berdegil dengan ujian nuklearnya, ia langsung tidak mengurangkan sokongan rakyat Iran ke atas Ahmadinejad.
Lebih menarik lagi, tanggal 12 Jun lalu menjadi bukti betapa rakyat Iran berdiri teguh di belakang pemimpin itu. Di sebalik harapan Barat yang mahu melihat Ahmadinejad jatuh pada pemilihan presiden ke-10 baru-baru ini, rakyat Iran menutup mulut AS dan sekutunya apabila memberi kemenangan penuh bergaya kepada presiden kesayangan mereka.
Bahkan dengan pelbagai tajuk-tajuk berita negatif serta gambaran buruk tentang Ahmadinejad dari segi cara beliau menggerakkan ekonomi dan hak asasi manusia, Ahmadinejad tetap disanjung oleh rakyat Iran.
Jika pada kali pertama memenangi jawatan presiden pada tahun 2005, Ahmadinejad mendapat 62 peratus undi, kali ini, jumlah itu meningkat kepada 62.63 peratus.
Beliau mencapai kemenangan luar biasa dengan Pengerusi Suruhanjaya Pilihan Raya, Kamran Daneshjoo mengumumkan menerusi televisyen bahawa presiden itu memperoleh hampir 21.8 juta undi daripada jumlah undi di 346 daripada 366 kawasan pengundian.
Yang pasti, ketegasan dan kehebatan pemikiran revolusi bukanlah satu-satunya penyebab mengapa rakyat Iran terus menyokong Ahmadinejad sekali gus menolak pencabar terdekatnya, Mir-Hossein Mousavi, 68, serta kelompok kepimpinan reformis yang lain.
Malah, tambah mengagumkan, beliau bukanlah daripada sebuah keluarga bangsawan, bukan juga seorang tokoh ulama dan juga ahli politik gah pada awal kemunculannya.
Mengenali Ahmadinejad yang kini merupakan pemimpin Islam yang digeruni dan hangat diperkatakan di arena antarabangsa itu, beliau hanyalah anak kepada seorang tukang besi yang dilahirkan pada 28 Oktober 1956 di Aradan, sebuah kawasan di luar Tehran.
Beliau memperoleh ijazah pertama dari Universiti Sains dan Teknologi Tehran dalam bidang Kejuruteraan Awam dan kemudiannya memperoleh ijazah doktor falsafah dalam Kejuruteraan Pengangkutan dan Perancangan dari universiti yang sama. Beliau juga seorang yang sangat sederhana dan warak.
Ahmadinejad datang dari kedudukan keluarga yang sederhana dengan ayah dan emaknya merupakan penyokong kuat Revolusi Islam Iran pada tahun 1979 yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Ayatollah Khomeini menjadi pemimpin agung Iran pertama apabila berjaya menjatuhkan monarki Pahlavi yang menindas golongan ulama melalui polisi antiulama manakala Revolusi Putih banyak mempengaruhi gaya kepimpinan Ahmadinejad.
Hakikatnya, figura revolusioner yang sangat diingati dunia inilah yang menjadi mentor kehidupan dan kepimpinan Ahmadinejad yang juga acap kali dilihat bagaikan seekor singa garang apabila mengaum tanpa rasa takut terhadap musuh-musuhnya terutama negara-negara yang menindas masyarakat Islam.
Selain tegas melawan anasir-anasir yang menggugat Islam, Ahmadinejad membebaskan dirinya daripada lingkungan kebesaran harta dunia. Beliau membuktikan erti pemimpin berjiwa rakyat yang sejati seperti mana yang dipraktiskan oleh Ayatollah Khomeini.
Semasa Ayatollah Khomeini bergelar pemimpin nombor satu Iran, pernah berlaku bekalan elektrik terputus di kediamannya. Pembantunya kemudian segera membawa minyak ke rumah Ayatollah Khomeini untuk menghidupkan janakuasa bagi membolehkan sistem pemanas berfungsi.
Namun, Ayatollah Khomeini menolak. "Kalau rakyat menggigil kesejukan, mengapa pula aku harus bersenang-senang memasang pemanas," ungkapnya.
Itulah yang diteladani Ahmadinejad sekali gus menjadikan dia seorang pemimpin yang sangat dikagumi.
Jauh daripada mengagumi jentera Ford, Mercedes atau BMW, Ahmadinejad hanya menggunakan sebuah kereta Paykan buatan Iran.
Dalam kalangan penyokongnya, Ahmadinejad dilihat sebagai seorang lelaki yang sangat ringkas dengan cara hidup sederhana. Sewaktu pertama kali dipilih menjadi presiden pada tahun 2005, lelaki itu seboleh-bolehnya mahu hidup seperti biasa dengan tinggal di kediaman sendiri di Tehran.
Namun, gesaan daripada pasukan keselamatan menyebabkan dia bersetuju berpindah tinggal di istana presiden. Itu pun jauh daripada imej kekayaan yang biasanya dirujuk kepada presiden sebelumnya, Ali Akbar Hashemi Rafsanjani. Sebaik sahaja berpindah, Ahmadinejad mengarahkan karpet istana ditukar.
"Presiden mengarahkan karpet-karpet mewah dan antik Persian digulung dan dihantar ke muzium untuk dijadikan bahan pameran. Beliau meminta karpet murah sebagai ganti di kediaman istana," cerita salah seorang pembantunya.
Ahmadinejad berkahwin dengan Parvin dan mempunyai tiga orang anak iaitu dua lelaki dan seorang perempuan.
Apa yang menariknya mengenai pemimpin Islam itu adalah, beliau kerap berpakaian baju-T dan jaket berbanding jubah hitam yang dipakai oleh pemimpin-pemimpin ulama Iran.
Paling dikagumi oleh dunia Islam, beliau juga merupakan pemimpin negara Islam yang bebas rasuah, tidak mempunyai pakatan sulit, mengamalkan ajaran Islam dengan baik, malahan merupakan seorang yang soleh dan amat menjaga pergaulan.
Ahmadinejad juga mempunyai komitmen yang tinggi kepada negara, bangsa dan ideologinya sehingga dia tidak pernah panik menangani ancaman asing khususnya AS.
Credit To Kosmo
Teruskan Bacaan......
99 langkah menuju kesempurnaan Iman
Posted by SuHaIb IsMaiL Wednesday, June 10, 2009 at 3:39 PM 0 comments
1. Bersyukur apabila mendapat nikmat
2. Sabar apabila mendapat kesulitan
3. Tawakal apabila mempunyai rencana/program
4. Ikhlas dalam segala amal perbuatan
5. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan
6. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan
7. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan
8. Jangan usik dengan kekayaan orang
9. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah kerana fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi
kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17 Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan solat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan solat fardhu di awal waktu, berjamaah
di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah
karena Allah
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah
maaf apabila karena sesuatu sebab tidak
dapat dipenuhi
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan
iblis/syaitan
36. Jangan percaya ramalan manusia
37. Jangan terlampau takut miskin
38. Hormatilah setiap orang
39. Jangan terlampau takut kepada manusia
40 Jangan sombong, takabur dan besar kepala
41. Berlakulah adil dalam segala urusan
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah
43. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran
45. Perbanyakkan silaturrahim
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam
47. Bicaralah secukupnya
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga
53. Makanlah secukupnya, tidak kekurangan dan
tidak berlebihan
54. Hormatilah kepada guru dan ulama
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi
56. Cintai keluarga Nabi saw
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar
bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak
bermanfaat seperti bercakap-cakap yang tidak
berguna
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan
beristighfar
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas
kejahatan dengan kejahatan lagi
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan
pendiriannya
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan
sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka
yang mendapatkan kesulitan
70. Jangan melukai hati orang lain
71. Jangan membiasakan berkata dusta
72. Berlaku! lah adil, walaupun kita sendiri akan
mendapatkan kerugian
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan
dan kesungguhan
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita,
lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang
arif dan bijaksana
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah
dilakukan
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong
karena kaya
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk !
agama,bangsa dan negara
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan
orang lain
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata
apa-apa
85. Hargai prestasi dan pemberian orang
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan
dan kesenangan
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang
bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai
dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal
atau mental kita menjadi terganggu
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan
bijaksana
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang
dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain
terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat
menyebabkan orang lain terhina
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang
menyangkut teman kita sebelum dipastikan
kebenarannya
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan
kewajiban
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh
keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan
96. Jangan memaksa diri untuk m! elakukan sesuatu yang
diluar kemampuan diri
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan
tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan
kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan
kerosakan
99. Jangan berjaya di atas penderitaan orang dan !
jangan kaya dengan memiskinkan orang.
Teruskan Bacaan......
Subscribe to:
Posts (Atom)
